"Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis" Al - Ghazali.

Jejak Catatan Warisan Sejarah Budaya Bengkulu 2017

Jejak Catatan Warisan Sejarah Budaya Bengkulu 2017

Penampilan seni

Bengkulu ada kegiatan super keren dari tanggal 5-7 September 2017 ini. Ada lomba merangkai seni tradisi, lomba melukis/menggambar cagar budaya, Lomba musik/pantun. Lomba tari. Lomba doll. Terangkum dalam jejak warisan budaya Bengkulu dalam gerak, tutur, nada dan coretan. Dalam acara tersebut berlokasi di dua tempat yang masuk dalam cagar budaya Bengkulu. Rumah pengasingan Bung Karno dan landmark Benteng Marlbrough.


Dibuka dan dihadiri oleh PLT Gubernur Bengkulu
Acara tersebut di hadiri dan di buka langsung oleh PLT Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

Bengkulu yang pernah dijadikan tempat pengasingan Bung Karno. Rumah kediamannya adalah salah satu yang menjadi saksi sejarah. Beliau diasingkan oleh Belanda pada tahun 1938-1942. Rumah Kediaman Bung Karno ini menjadi cagar budaya serta lokasi objek wisata sejarah yang ada di Bengkulu. Rumah kediaman Bung Karno ini berada di Anggut atas jalan Soekarno Hatta, dengan berkunjung kesana kita dapat merasakan kehidupan Bung Karno di Bengkulu. Bung Karno tinggal di Bengkulu kurang lebih selama Lima tahun.


Rumah ini memiliki arsitekur dan ciri khas Bengkulu namun tidak terlepas dari kesan yang sederhana. Rumah ini mempunyai teras, ruang tamu, kamar dan pekarangan yang luas ini. Bung Karno yang di kenal sebagai orator dan singa podium, tentu tidak terlepas dari kebiasaannya membaca buku. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya buku-buku koleksi yang tersusun di rak-rak ruangan bacanya. Buku itu adalah buku bacaan 

Bung Karno pada saat di Bengkulu. Bung Karno adalah orang yang disegani oleh negara manapun bahkan dunia internasional. Tentu semua itu adalah hasil dari banyak membaca yang menjadikan ia banyak tahu. Keyakinan yang besar bahwa buku adalah jendela dunia terpatri di dalam diri beliau. Buku-buku yang banyak di Kediaman Bung Karno ini sebagian besar bahasa belanda.

Baca juga :


Pada malam harinya tanggal 4 september 2017 diadakan makan malam bersama di gedung daerah serta silaturrahmi antar panitia dan pejabat daerah.
Selain kegiatan dan acara yang di fokuskan di Rumah Kediaman Bung Karno, acara perlombaan juga berlangsung di ruang audio visual ford malabrough dan landmark ford malabrough. Untuk acara yang diadakan di ruang audio visual tersebut dalam bentuk pembinaan dan pelatihan kepada peserta. Peserta yang mengikuti terdiri dari : 30 orang dari Kota bengkulu, terdiri dari 10 Orang Peserta dari Univ. Di Bengkulu, 10 orang Dari Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Bengkulu, dan 10 orang Pemandu wisata budaya lokal.
Peserta dan Panitia workshop

Peserta dan Panitia "Workshop Pemandu Wisata Budaya 2017" Di Benteng Malborough Dan Rumah Bung Karno. Keg. Tgl 6-7 sept 2017 Di Ruang Audio Visual Benteng Malborough. 

Sementara itu acara yang difokuskan di Landmark ford malabrough adalah pentas seni serta lomba seni budaya serta penutupan acara.



Acara penutupan dengan menampilkan kembali penampilan seniman lukis dari tanah liat @Zaenalbeta, teater, serta pembagian hadiah dan foto bersama. Acara yang berlangsung sejak tanggaal 5 - 7 September 2017 di landmark Benteng Marlbrough dan Kediaman Bung Karno alhamdulillah terlaksana dengan lancar dan sukses. Kekurangan dalam acara tersebut tentu ada, hal ini kedepannya dapat menjadi bahan evaluasi dan kesuksesan acara selanjutnya dan semoga kegiatan positif seperti ini diadakan lagi.

Acara ini terselenggara atas kerjasama dari BPCB jambi bekerjasama dengan Komunitas Bengkulu Heritage, Himpunan Pramuwisata Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Media Center Pemprov. Bengkulu dan Blogger Bengkulu.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dan #NulisSerempak Warisan Sejarah Budaya Bengkulu".

Media Center Pemprov Bengkulu 
Cagar Budaya Jambi
#WarisanSejarahBudayaBengkulu
#BalaiPelestarianCagarBudayaJambi
#CagarBudayaBengkulu
Share on Google Plus

About Komando Badar TV

16 komentar:

  1. Balasan
    1. Ya kakak, semoga tahun2 selanjutnya kembali diselenggarakan

      Hapus
  2. Boleh juga nih kak acara warisan budaya nya. Apalagi melihat penampilan tari traditional sama seni lukisnya

    BalasHapus
  3. Boleh juga nih kak acara warisan budaya nya. Apalagi melihat penampilan tari traditional sama seni lukisnya

    BalasHapus
  4. seru ya kak, semoga acara kek gini di adakan setiap tahun sekali

    BalasHapus
  5. Acaranya seruuuu pasti ya kak. Sayang banget ga bisa dateng langsung >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kaka, semoga tahun2 selanjutnya acaranya diadakan lagi.

      Hapus
  6. suka sekali sama lukisan zaenal beta... keren,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kak, sama sangat suka dg hasilnya. padahal hanya dengan bahan yang sederhana.

      Hapus
  7. ia ya, harusnya kita belajar dari Pak Karno. Kita harus banyak membaca, pak karno yang diasingkan saja koleksi bukunya banyak, masa kita ga kan ya

    BalasHapus