"Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis" Al - Ghazali.

Susah dan Senang Tuhanmu Tetaplah Sama

Susah dan Senang Tuhan Kita Tetaplah Sama

 
Gambar Google.com
(فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ)

"Bila mereka sedang berlayar di atas perahu maka mereka berdo'a dengan memurnikan segala permohonan mereka hanya kepada Allah, namun tatkala Allah telah menyelamatkan mereka hingga tiba di daratan, tiba tiba mereka semua menyekutukan-Nya".* [Surat Al-Ankabut 65]

Sahabat! Mengapa di saat susah, kita lebih mudah untuk berdo'a kepada Allah dan menyadari bahwa kita tiada memiliki daya dan upaya selain karunia dari-Nya?
Namun ketika kita dalam kondisi lapang, betapa mudahnya kita lalai dan bahkan menyombongkan diri.

Di dalam Surat Al-Insyirah yaitu surat ke-12 yang diterima Rasulullah dan surat ke 94 berdasarkan urutan Mushaf al-Qur’an. Terdiri dari 8 ayat. Surat ini termasuk surat Makkiyyah.

Asbabun Nuzul Surat Al-Insyirah

Surat ini diturunkan berkenaan dengan suksesnya Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dan hambatan yang berasal dari orang-orang kafir, kemudian beliau mendapatkan kelapangan dan kemudahan, yaitu setelah beliau mengalami kemenangan dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk berdakwah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bahwa ketika surat al-Insyirah ayat 6 turun, Rasulullah saw bersabda: “Bergembiralah kalian, karena akan datang kemudahan bagi kalian. Satu kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan.

1)  Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu ?,
2)  Dan Kami telah menanggalkan darimu bebanmu,
3)  Yang memberatkan punggungmu,
4)  Dan Kami meninggikan bagimu sebutanmu,
5)  Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
6)  Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
7)  Maka apabila engkau telah selesai maka (bekerjalah) hingga engkau letih,
8)  Dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya engkau berharap.

Apa kita lupa bahwa Allah yang kemarin kita ketuk pintu-Nya dengan doa doa kita, adalah Tuhan yang harus kita sembah pula di saat kita senang dan kaya raya?
Atau barang kali di saat susah kita menyembah Allah, dan tatkala kita senang kita menemukan tuhan selain-Nya?

Sahabat! Tidakkah kita merasa malu kepada Allah, yang telah membebaskan kita dari berbagai derita yang melilit diri kita sebelumnya, lalu kini kita sedikit demi sedikit mulai melalaikan-Nya.

Sahabat semoga kita selalu ingat dan bersyukur atas karunia nikmat dari Allah.


Baca juga :
Share on Google Plus

About Komando Badar TV

6 komentar:

  1. Allah maha tahu apa yg terbaik buat kita sholat dan sabar adalah kuncinya...

    BalasHapus
  2. Subhanallah sungguh segala sesuatu terjadi karena-Nya

    BalasHapus
  3. Terkadang lebih bnyak yg lupa..

    BalasHapus
  4. Manusia memang begitu kan ya? Iya banget..
    Semoga kita termasuk org yg selalu ingat allah dlm susah maupun senang.

    BalasHapus
  5. Intinya tetap ikhlas dan bersabar :D

    BalasHapus