"Kalau kau bukan anak raja, dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis" Al - Ghazali.

Rumah Bung Karno, bagian sejarah Bengkulu

Rumah Bung Karno, bagian sejarah Bengkulu
Rumah Bung Karno
Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Ashadualla Ilahailallah wa Ashadu anna muhammadar rasulullah

Bengkulu, itulah nama provinsi yang awalnya bagian dari provinsi Sumatera Selatan (Palembang). Terletak di sepanjang garis pantai barat sumatera. Membentang dan berbatasan langsung dengan Padang di baratnya, lampung di utaranya, Palembang dan jambi di timurnya serta samudera hindia di baratnya. Keindahan alam yang alami memiliki ciri khas tersendiri. Yang paling dikenal dunia adalah bunga raflesia dan bunga bangkai, karena ukuran dan bentuknya yang berbeda dengan lainnya. Namun saya belum akan membahas bunga ini hanya sebagai intermezo saja. :D 

Mendengar nama Bengkulu orang akan terbesit berbagai objek wisata dan objek sejarah. Rumah bung Karno, juga Benteng Malabrought, Rumah Fatmawati, Makam Inggris, Tugu Thomas Parr, Tapak Paderi, Pantai Panjang, Museum, Pulau Tikus, Bukit kaba, Air Terjun dan sebagainya. Namun untuk tulisan ini saya hanya akan mengkhususkan untuk membahas tentang Rumah kediaman Bung Karno.

Bengkulu, tidak terlepas dari perjuangan Negara kita yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hubungannya tentu ada sejarah yang tak dapat dihapuskan. Bengkulu pernah dijadikan tempat pengasingan Bung Karno saat beliau di asingkan oleh belanda pada tahun 1938-1942. Rumah Kediaman Bung Karno ini menjadi cagar budaya serta lokasi objek wisata sejarah yang ada di Bengkulu. Rumah kediaman Bung Karno ini berada di Anggut atas jalan Soekarno Hatta, dengan berkunjung kesana kita dapat merasakan kehidupan Bung Karno di Bengkulu. Bung Karno tinggal di Bengkulu kurang lebih selama Lima tahun. Pada saat kedatangannya, Bung Karno tidak sendiri. Beliau datang dengan istrinya yang bernama Inggit Garnasih dan dua orang anak angkat perempuan semua.





Rumah ini memiliki arsitekur dan ciri khas bengkulu namun tidak terlepas dari kesan yang sederhana. Rumah ini mempunyai teras, ruang tamu, kamar dan pekarangan yang luas ini. Bung Karno yang di kenal sebagai orator dn singa podium tentu tidak terlepas dari kebiasaannya membaca buku. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya buku-buku lama yang mana buku itu adalah buku bacaan Bung Karno pada saat di Bengkulu.


Bung karno oleh warga Bengkulu dipandang baik, beliau sering jalan-jalan mengelilingi kota Bengkulu dengan sepeda Ontel yang dimilikinya. Beliau aktif di organisasi Muhammdiyah, Mengajar dan  ikut seni peran. Dengan alasan-alasan kebaikan inilah ibu Fatmawati mau menikah dengan Beliau. Setelah menikah dengan Ibu Fatmawati, istri pertama Bung Karno Inggit bercerai lalu pulang ke jawa, sedangkan Bung Karno tetap memilih tinggal di Bengkulu. Itulah cinta yang dimaksud, bukan hanya kepada Bengkulu tapi juga kepada seluruh rakyat Indonesia pada masa kemerdekaan.

Bung Karno adalah orang yang disegani oleh negara manapun bahkan dunia internasional. Tentu semua itu adalah hasil dari banyak membaca yang menjadikan ia banyak tahu. Keyakinan yang besar bahwa buku adalah jendela dunia terpatri di dalam diri beliau. Buku-buku yang banyak di Kediaman Bung Karno ini sebagian besar bahasa belanda.

Ibu Fatmawati, ada pepatah mengatakan. "Dibelakang  lelaki yang hebat terdapat wanita yang hebat". Itulah sosok ibu Fatmawati, ia adalah Istri Bung Karno. Dalam sejarah bangsa Indonesia dia adalah orang yang menjahit Bendera Merah Putih. Cinta antara ibu Fatmawati dengan Bung Karno adalah bagian dari sejarah kehidupan mereka. Karena jasa-jasanya semua hal yang berkaitan dengan kehidupannya pun juga menjadi sejarah. Rumah kediamannya adalah salah satu yang menjadi saksi sejarah.

Demikianlah setapak kisah bung Karno di Bengkulu.

Perawatan dan pemeliharaan Rumah kediaman Bung Karno perlu ditingkatkan, hal ini perlu diperhatikan baik dari kalangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kemudian tidak terlepas dari kepedulian dunia usaha swasta maupun masyarakat sekitarnya untuk menjaga pelestarian peninggalan sejarah. Untuk itu dalam pengelolaan rumah Bung Karno sebagai objek wisata sejarah perlu perencanaan yang matang, dengan melibatkan para pakar, para ahli di bidangnya yang terkait. Sehingga dalam pengelolaanya tetap mengacu pada rambu-rambu khususnya pada bidang sejarah dan perpurbakalaan tetap sesuai jalur. Potensi bangunan bersejarah dan seni budaya yang ada di kota Bengkulu merupakan asset wisata budaya yang memiliki nilai dan keunggulan tersendiri dan membuka peluang investasi bidang usaha dan jasa pariwisata.

Demikianlah sebagian rangkaian kisah bung Karno di Bengkulu.

Tulisan ini diterbitkan sebagai bagian dari syarat Nulis Serempak Blogger Bengkulu.
#NulisSerempak
Share on Google Plus

About Komando Badar TV

4 komentar:

  1. Wisata sejarah yang sangat terawat gak bosan ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya bro,, ane aja udah berkali-kali datang. ada aja yang bisa diamati.

      Hapus
  2. Festival Bumi Rafflesia seruuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau ikut lagi kakak kalau ada di bengkulu. :D

      Hapus